This Blog are used for Class 9-5 CCJHS in tasks, notes, test, or other informations.
CLASS 9-5
POST TUGAS BULANAN AKAN SELALU TETAP BERADA DI ATAS. POST BARU AKAN DITARUH DI BAWAH TUGAS BULANAN.
31 March 2015
30 March 2015
TUGAS : BULAN MARET 2015
MINGGU
|
SENIN
|
SELASA
|
RABU
|
KAMIS
|
JUMAT
|
SABTU
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
9
|
10
|
11
|
12
|
13
|
14
|
15
|
16
|
17
|
18
|
19
|
20
|
21
|
22
|
23
|
24
|
25
|
26
|
27
|
28
|
| PROGRAM BELAJAR INTENSIF | PROGRAM BELAJAR INTENSIF | |||||
29
|
30
|
31
| ||||
RANGKUMAN BIOLOGI - PERSIAPAN UN 2015
Terima kasih untuk Nicholas Limarsha (9-5) yang telah membagikan rangkuman ini.
23 March 2015
22 March 2015
15 March 2015
09 March 2015
BAHAN UJIAN PRAKTEK
1. Bahasa Inggris
Writing : menulis minimal 300 kata, mengenai topic yang didapatkan kelompok
Speaking : berbicara selama 15 menit mengenai topic yang didapatkan
2. Agama
< masih belum ada >
3. PenjasOrkes
07.00 - 08.00 : Bleep Test di Lapangan Basket
08.00 - 13.00 :
Pos 1 : Basket
Pos 2 : Voli
Pos 3 : Senam
Pos 4 : Lompat Jauh
Kelas 9-5 mulai dari pos 4 - 1 - 2 - 3
4. Komputer
Web Research Paper
5. KTK
Seni Musik (50%) :
Individu : Karya Cipta Lagu (60%)
Kelompok : Ensemble Lagu Daerah (40%)
Seni Rupa (50%) :
Seni Woodcut (Stencil di papan jalan)
6. Jurnalistik
Kording Berkelompok
7. IPA
< belum > Praktikum Bio, Fis, Kim
Writing : menulis minimal 300 kata, mengenai topic yang didapatkan kelompok
Speaking : berbicara selama 15 menit mengenai topic yang didapatkan
2. Agama
< masih belum ada >
3. PenjasOrkes
07.00 - 08.00 : Bleep Test di Lapangan Basket
08.00 - 13.00 :
Pos 1 : Basket
Pos 2 : Voli
Pos 3 : Senam
Pos 4 : Lompat Jauh
Kelas 9-5 mulai dari pos 4 - 1 - 2 - 3
4. Komputer
Web Research Paper
5. KTK
Seni Musik (50%) :
Individu : Karya Cipta Lagu (60%)
Kelompok : Ensemble Lagu Daerah (40%)
Seni Rupa (50%) :
Seni Woodcut (Stencil di papan jalan)
6. Jurnalistik
Kording Berkelompok
7. IPA
< belum > Praktikum Bio, Fis, Kim
07 March 2015
04 March 2015
JADWAL UJIAN PRAKTEK
Hari / Tanggal
|
Waktu
|
Mata Pelajaran
|
Tempat
| |
1607001-1607074
|
1607075-1607147
| |||
Rabu, 11 Maret 2015
|
07.00 - 08.00
|
English (Writing)
|
English (Writing)
|
Ruang IPS 1, IPS 2, Ruang Agama,
Lab. Bahasa, Ruang PKn
|
08.00 - 13.30
|
English
(Speaking)
|
English
(Speaking)
|
Ruangan IPS 1,
Agama, Lab. Bahasa, PKN, BK Bawah, Ruang Multi media / AVI
| |
Kamis, 12 Maret 2015
|
07.00 - 13.00
|
PenjasOrkes
|
PenjasOrkes
|
Outdoor, Lantai
2
|
Jumat, 13 Maret 2015
|
07.00 - 13.00
|
Seni Budaya
|
IPA
|
Lab. IPA, IPS 1,
IPS 2, Ruang Musik
|
Sabtu, 14 Maret 2015
|
07.00 - 13.00
|
IPA
|
Seni Budaya
|
Lab. IPA, IPS 1,
IPS 2, Ruang Musik
|
Senin, 16 Maret 2015
|
07.00 - 13.00
|
Agama
|
Agama
|
Ruang IPS 1, IPS
2, Ruang Agama, Lab. Bahasa, Ruang PKn
|
Selasa, 17 Maret 2015
|
07.00 -13.00
|
Jurnalistik
|
Jurnalistik
|
Aula Lt. 2, BIN
1, BIN 2, ING 2
|
Rabu, 18 Maret 2015
|
07.00 - 13.30
|
Komputer
|
Komputer
|
Ruang Komputer
|
SEBARAN MATERI MUSIK
1. Nama dan Bentuk Not
2. Letak dan Nama Nada
3. Tangga Nada Mayor
4. Tangga Nada Minor
5. Mengubah Notasi Angka menjadi Notasi Balok
6. Akor Mayor
7. Akor Minor
8. Tanda Tempo dan Dinamika
9. Pola Ritmik
10. Sejarah Musik Arab
11. Aliran Musik Blues
12. Aliran Musik Country
13. Sejarah Musik Zaman Barok
14. Sejarah Musik Zaman Klasik
2. Letak dan Nama Nada
3. Tangga Nada Mayor
4. Tangga Nada Minor
5. Mengubah Notasi Angka menjadi Notasi Balok
6. Akor Mayor
7. Akor Minor
8. Tanda Tempo dan Dinamika
9. Pola Ritmik
10. Sejarah Musik Arab
11. Aliran Musik Blues
12. Aliran Musik Country
13. Sejarah Musik Zaman Barok
14. Sejarah Musik Zaman Klasik
SURAT GEMBALA PRAPASKAH 2015 “TIADA SYUKUR TANPA PEDULI”
BUAT BELAJAR AGAMA: TEMA APP 2015
SURAT GEMBALA
PRAPASKAH 2015
“TIADA SYUKUR TANPA
PEDULI”
14/15 Februari 2015
Para Ibu dan Bapak,
Para Suster dan Bruder, Para Imam
dan Frater.
Kaum Muda, Remaja dan Anak-Anak
yang terkasih dalam Yesus Kristus,
1. Bersama-sama dengan seluruh
Gereja, pada hari Rabu yang akan datang kita memasuki masa Prapaskah. Selama
masa Prapaskah kita diajak untuk secara khusus menyiapkan diri agar kita
masing-masing, keluarga dan komunitas kita dapat mengalami Paskah yang sejati, Paskah yang membaharui
kehidupan. Masa Prapaskah adalah masa peziarahan rohani yang akan menjadi
semakin bermakna kalau ditandai dengan doa yang tekun dan karya-karya kasih
yang tulus. Dengan demikian kita dapat memetik buah-buah penebusan yaitu hidup
baru yang dianugerahkan oleh Allah kepada kita. Hidup baru itu akan membuat
kita mampu menjalankan nasehat Rasul Paulus, yaitu agar kita melakukan segala
sesuatu hanya demi kemuliaan Tuhan :”Jika engkau makan atau minum, atau jika
engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu demi kemuliaan
Allah” (1 Kor 10:31). Kita juga berharap, khususnya melalui olah rohani selama
masa Prapaskah ini, kita semakin mencapai “kedewasaan penuh, dan tingkat
pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus” (Ef 4:13).
2. Masa Prapaskah tahun ini kita jalani ketika
kita merayakan Tahun Syukur Keuskupan Agung Jakarta. Dalam rangka Tahun Syukur itu,
semboyan yang ingin kita dalami adalah “Tiada Syukur Tanpa Peduli”. Semboyan
ini mencerminkan dinamika hidup beriman kita yang kita harapkan menjadi semakin
ekaristis. Dalam perayaan Ekaristi kita mengenangkan Yesus yang “mengambil
roti, mengucap syukur, lalu
memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya”. Dengan
demikian jelas bahwa bentuk syukur yang paling sesuai dengan teladan Yesus
adalah kerelaan untuk “dipecah-pecah dan dibagikan”, seperti roti ekaristi.
Panitia Aksi Puasa Pembangunan Keuskupan Agung Jakarta telah menyiapkan
bahan-bahan yang sangat memadai untuk mendalami makna semboyan “Tiada Syukur
Tanpa Peduli”. Keikutsertaan dalam kegiatan-kegiatan bersama yang sudah disiapkan
pastilah akan memperkaya, meneguhkan dan menjadikan hidup kita pujian bagi
Tuhan dan berkat bagi semakin banyak orang. Kalau Anda karena berbagai alasan,
tidak mungkin mengikuti pertemuan-pertemuan pendalaman iman bersama-sama,
Panitia Aksi Puasa Pembangunan juga sudah menyediakan bahan “Retret Agung Umat
: Perjalanan Rohani Menanti Kebangkitan” yang dapat digunakan secara pribadi.
Saudari dan saudaraku yang
terkasih,
3. Kisah Injil yang diwartakan
pada hari ini (Mrk 1:40-45) mengajak kita untuk belajar dari Yesus dalam mengembangkan
sikap peduli.
3.1. Orang kusta yang diceritakan
dalam Injil adalah orang yang tersingkir, orang yang dipinggirkan dalam
masyarakat. Penyingkiran ini mempunyai sejarah yang panjang. Ada waktunya – sebelum
masa pembuangan, ketika Umat Allah Perjanjian Lama masih merdeka – penyingkiran
orang kusta melalui peraturan-peraturan keras tidak dikenal. Baru ketika mereka
tinggal di pembuangan dan bergaul dengan orang-orang yang mempunyai
peraturan-peraturan mengenai orang kusta, mereka mengambil alih peraturan itu
dan diterapkan bagi umat. Peraturan itu amat keras, sebagaimana dikatakan dalam
Kitab Imamat :”Orang yang sakit kusta harus berpakaian cabik-cabik, dan
rambutnya terurai. Ia harus menutupi mukanya sambil berseru-seru : Najis!
Najis!” (13:45), supaya orang lain yang berjumpa atau berada dekat dengan dia menyingkir
agar tidak ketularan najis.
3.2. Sementara itu secara jasmani
orang kusta dapat sembuh. Namun tidak cukup bahwa ia sembuh. Untuk diterima
kembali dalam masyarakat dan ikut dalam perayaan suci kesembuhannya harus
dinyatakan secara resmi oleh imam (Im 14:2-32). Itulah sebabnya Yesus
mengatakan kepada orang yang disembuhkan-Nya untuk memperlihatkan diri kepada
imam. Tetapi proses itu tidak mudah : para imam sulit dijumpai – apalagi ketika
ibadah dipusatkan di satu tempat – dan syarat-syaratnya pun sulit dipenuhi oleh
orang-orang sederhana.
3.3. Dengan demikian lengkaplah
penderitaan yang ditanggung oleh orang kusta itu. Melihat orang yang menderita
seperti itulah hati Yesus tergerak oleh belas kasihan (Mrk 1:41). Inilah
sebentuk kepedulian yang amat nyata. Selanjutnya sesudah orang kusta itu
disembuhkan, dikatakan bahwa Yesus “menyuruh orang itu pergi dengan peringatan
keras” (ay 43). Apa maksudnya? Salah satu cara baru untuk memahami hal ini
ialah dengan memperhatikan keadaan pada waktu itu, sebagaimana sudah
disampaikan. Sering para imam yang berwenang menyatakan orang kusta sudah
sembuh - dengan demikian dapat diterima
kembali ke dalam masyarakat dan ikut serta dalam upacara-upacara suci - ,
kurang bersedia melakukannya. Yang sebenarnya jelas dan mudah, menjadi sulit.
Wajarlah bahwa Yesus kesal dan berkata keras. Ia sangat kecewa karena imam yang
seharusnya membantu orang kusta itu
untuk mengalami dan mensyukuri kesembuhannya, malahan menghalanginya. Inilah
bentuk kepedulian Yesus yang lain.
Saudari-saudaraku yang terkasih,
4. Orang kusta yang diceritakan
dalam Injil adalah wakil dari sekian banyak saudari-saudara kita yang
terpinggirkan pada zaman kita sekarang ini. Mereka itu misalnya adalah
saudari-saudara kita yang tidak mempunyai Akte Kelahiran atau Kartu Tanda
Penduduk, sehingga tidak bisa memperoleh hak-hak mereka sebagai warga negara;
saudari-saudara kita yang dicap dengan stigma yang menutup kemungkinan untuk
mengembangkan diri; atau yang lebih kasat mata, mereka yang tinggal di jalanan
atau di gerobak-gerobak sampah, yang menjadi korban perdagangan manusia, dan
mereka yang secara umum bisa disebut direndahkan martabat pribadinya sebagai
manusia. Seperti orang kusta dalam Injil mereka juga berseru mohon disembuhkan.
Seruan seperti itu, terwakili misalnya dalam seruan seorang remaja putri
jalanan yang diberi kesempatan untuk berbicara
dengan Paus dalam kunjungannya ke Filipina baru-baru ini. Sesudah menceritakan
riwayat hidupnya sebagai anak jalanan, remaja putri itu berkata, “Bapa Suci,
mengapa Tuhan membiarkan anak-anak seperti kami ini dibuang oleh orangtua kami,
hidup di jalanan, dilecehkan tanpa ada yang membela kami ….”. Anak itu tidak
bisa menyelesaikan kalimatnya, hanya menangis keras. Dan Bapa Suci pun tidak
tahu harus berkata apa untuk menanggapi jeritan hati anak itu selain dengan
mendekapnya.
5. Rupanya kenyataan pinggiran seperti ini ada di mana-mana. Oleh karena itu
dalam Seruan Apostolik Sukacita Injil, Paus Fransiskus mengajak kita semua untuk pergi masuk ke
tengah-tengah kenyataan pinggiran dalam arti yang seluas-luasnya. Ia menulis,
“Sukacitanya dalam mewartakan Yesus Kristus diungkapkan baik dengan
kepeduliannya untuk mewartakan-Nya ke wilayah-wilayah yang lebih membutuhkan
bantuan maupun dengan senantiasa bergerak keluar ke daerah-daerah pinggiran dari wilayahnya sendiri atau
ke lingkungan sosial budaya yang baru” ( No. 30).
6. Kita boleh bersyukur karena di
keuskupan kita perutusan untuk pergi ke “pinggiran” semakin dikembangkan secara
kreatif. Kita yakin, sekecil apapun yang kita lakukan sebagai bentuk syukur dan
kepedulian kita, kita melakukannya dalam usaha kita untuk semakin mengikuti Yesus
Kristus, dan tentu saja dalam rangka mewujudkan ajakan Bapa Suci Fransiskus
untuk pergi ke pinggiran – dalam arti yang seluas-luasnya. Namun kita tidak
boleh berpuas diri, kita dipanggil untuk terus mengusahakan yang lebih lagi.
7. Akhirnya, marilah kita saling
mendoakan, agar kita masing-masing, keluarga-keluarga dan komunitas kita serta
seluruh umat Keuskupan Agung Jakarta terus berkembang dan menjadi pribadi-pribadi,
keluarga dan komunitas yang semakin bersyukur serta peduli. Semoga semangat Gembala Baik Dan Murah Hati, semakin
mendorong kita semua untuk semakin kreatif mewujudkan syukur dan kepeduliaan
kita. Terima kasih atas berbagai peran
Ibu/Bapak/Suster/Bruder/Para Imam dan Frater, kaum muda, remaja serta anak-anak
dalam kehidupan Gereja Keuskupan Agung Jakarta yang kita cintai bersama. Berkat
Tuhan selalu menyertai kita semua, keluarga-keluarga dan komunitas kita.
+ I. Suharyo
Uskup Keuskupan Agung Jakarta
03 March 2015
MAJAS - BAHASA INDONESIA
Macam Macam MajasSecara garis besar, majas dapat dibedakan menjadi empat golongan atau kelompok. Dan dari empat macam-macam majas tersebut, masing-masing mempunyai turunan dan jenis kategori yang akan dibahas dibawah ini.
Majas terdiri atas :
--> Majas Perbandingan
--> Majas Pertentangan
--> Majas Sindiran
--> Majas Penegasan
Majas terdiri atas :
--> Majas Perbandingan
--> Majas Pertentangan
--> Majas Sindiran
--> Majas Penegasan
A. Majas Perbandingan
Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan perbandingan untuk meningkatkan kesan dan juga pengaruhnya terhadap pendengar ataupun pembaca. Ditinjau atau dilihat dari cara pengambilan perbandingannya, Majas Perbandingan terbagi atas :
1) Asosiasi atau Perumpamaan
Majas asosiasi atau perumpamaan adalah perbandingan terhadap dua hal yang pada hakikatnya berbeda, tetapi sengaja dianggap sama. Majas ini ditandai oleh penggunaan kata bagai, bagaikan, seumpama, seperti, dan laksana. Berikut ini disampaikan contoh majas asosiasi :
Contoh :
- Semangatnya keras bagaikan baja.
- Mukanya pucat bagai mayat.
- Wajahnya kuning bersinar bagai bulan purnama
2) Metafora
Metafora adalah majas yang mengungkapkan ungkapan secara langsung berupa perbandingan analogis. Pemakaian kata atau kelompok kata bukan dengan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan, misalnya tulang punggung dalam kalimat pemuda adalah tulang punggung negara. Contoh majas metafora seperti berikut ini.
Contoh:
- Engkau belahan jantung hatiku sayangku. (sangat penting)
- Raja siang keluar dari ufuk timur
- Jonathan adalah bintang kelas dunia.
- Harta karunku (sangat berharga)
- Dia dianggap anak emas majikannya.
- Perpustakaan adalah gudang ilmu.
3) Personifikasi
Personifikasi adalah majas yang membandingkan benda-benda tak bernyawa seolah-olah mempunyai sifat seperti manusia.
Contoh:
- Badai mengamuk dan merobohkan rumah penduduk.
- Ombak berkejar-kejaran ke tepi pantai.
- Peluit wasit menjerit panjang menandai akhir dari pertandingan tersebut.
4) Alegori
Alegori adalah Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran.
Alegori: majas perbandingan yang bertautan satu dan yang lainnya dalam kesatuan yang utuh.
Contoh: Suami sebagai nahkoda, Istri sebagai juru mudi
Alegori biasanya berbentuk cerita yang penuh dengan simbol-simbol bermuatan moral.
Contoh:
Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.
5) Simbolik
Simbolik adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan
mempergunakan benda, binatang, atau tumbuhan sebagai simbol atau lambang.
Contoh:
- Ia terkenal sebagai buaya darat.
- Rumah itu hangus dilalap si jago merah.
- Bunglon, lambang orang yang tak berpendirian
- Melati, lambang kesucian
- Teratai, lambang pengabdian
6) Metonimia
Metonimia adalah majas yang menggunakan ciri atau lebel dari sebuah benda untuk menggantikan benda tersebut.Pengungkapan tersebut berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut.
Contoh:
- Di kantongnya selalu terselib gudang garam. (maksudnya rokok gudang garam)
- Setiap pagi Ayah selalu menghirup kapal api. (maksudnya kopi kapal api)
- Ayah pulang dari luar negeri naik garuda (maksudnya pesawat)
7) Sinekdok
Sinekdok adalah majas yang menyebutkan bagian untuk menggantikan benda secara keseluruhan atau sebaliknya. Majas sinekdokhe terdiri atas dua bentuk berikut.
a) Pars pro toto, yaitu menyebutkan sebagian untuk keseluruhan.
Contoh:
(a) Hingga detik ini ia belum kelihatan batang hidungnya.
(b) Per kepala mendapat Rp. 300.000.
b) Totem pro parte, yaitu menyebutkan keseluruhan untuk sebagian.
Contoh:
(a) Dalam pertandingan final bulu tangkis Rt.03 melawan Rt. 07.
(b) Indonesia akan memilih idolanya malam nanti.
8. Simile:
Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, seperti layaknya, bagaikan, " umpama", "ibarat","bak", bagai".
Contoh:
Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja.
B. Majas Pertentangan
Majas Pertentangan adalah “Kata-kata berkias yang menyatakan pertentangan dengan yang dimaksudkan sebenarnya oleh pembicara atau penulis dengan maksud untuk memperhebat atau meningkatkan kesan dan pengaruhnya kepada pembaca atau pendengar”. Macam-macam Majas Pertentangan dibedakan menjadi berikut.
1) Antitesis
Antitesis adalah majas yang mempergunakan pasangan kata yang berlawanan artinya.
Contoh:
a) Tua muda, besar kecil, ikut meramaikan festival itu.
b) Miskin kaya, cantik buruk sama saja di mata Tuhan.
2) Paradoks
Paradoks adalah majas yang mengandung pertentangan antara pernyataan dan fakta yang ada.
Contoh;
a) Aku merasa sendirian di tengah kota Jakarta yang ramai ini.
b) Hatiku merintih di tengah hingar bingar pesta yang sedang berlangsung ini.
3) Hiperbola
Majas hiperbola adalah majas yang berupa pernyataan berlebihan dari kenyataannya dengan maksud memberikan kesan mendalam atau meminta perhatian.
Contoh:
a) Suaranya menggelegar membelah angkasa.
b) Tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang.
4) Litotes
Litotes adalah majas yang menyatakan sesuatu dengan cara yang berlawanan dari kenyataannya dengan mengecilkan atau menguranginya. Tujuannya untuk merendahkan diri.
Contoh:
a) Makanlah seadanya hanya dengan nasi dan air putih saja.
b) Mengapa kamu bertanya pada orang yang bodoh seperti saya
ini?
C. Majas Penegasan
Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan penegasan untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”.Majas penegasan terdiri atas tujuh bentuk berikut.
1) Pleonasme
Pleonasme adalah majas yang menggunakan kata-kata secara berlebihan dengan maksud menegaskan arti suatu kata.
Contoh:
a) Semua siswa yang di atas agar segera turun ke bawah.
b) Mereka mendongak ke atas menyaksikan pertunjukan pesawat tempur.
2) Repetisi
Repetisi adalah majas perulangan kata-kata sebagai penegasan.
Contoh:
a) Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap.
b) Marilah kita sambut pahlawan kita, marilah kita sambut idola kita, marilah kita sambut putra bangsa.
3) Paralelisme
Paralelisme adalah majas perulangan yang biasanya ada di dalam puisi.
Contoh:
Cinta adalah pengertian
Cinta adalah kesetiaan
Cinta adalah rela berkorban
4) Tautologi
Tautologi adalah majas penegasan dengan mengulang beberapa kali sebuah kata dalam sebuah kalimat dengan maksud menegaskan. Kadang pengulangan itu menggunakan kata bersinonim.
Contoh:
a) Bukan, bukan, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertukar pikiran saja.
b) Seharusnya sebagai sahabat kita hidup rukun, akur, dan bersaudara.
5) Klimaks
Klimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal secara berturut-turut dan makin lama makin meningkat.
Contoh:
a) Semua pihak mulai dari anak-anak, remaja, sampai orang tua pun mengikuti lomba Agustusan.
b) Ketua RT, RW, Kepala Desa, Gubernur, bahkan Presiden sekalipun tidak mempunyai berhak untuk mengurusi hal pribadi seseorang.
6) Antiklimaks
Antiklimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal secara berturut-turut yang makin lama semakin menurun.
a) Kepala sekolah, guru, staff sekolah, dan siswa juga hadir dalam pesta perayaan kelulusan itu.
b) Di kota dan desa hingga pelosok kampung semua orang merayakan HUT RI ke -62.
7) Retorik
Retorik adalah majas yang berupa kalimat tanya namun tak memerlukan jawaban. Tujuannya memberikan penegasan, sindiran, atau menggugah.
Contoh:
a) Kata siapa cita-cita bisa didapat cukup dengan sekolah formal saja?
b) Apakah ini orang yang selama ini kamu bangga-banggakan ?
D. Majas Sindiran
Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan sindiran untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”. Majas sindirian dibagi menjadi:
1) Ironi
Ironi adalah majas yang menyatakan hal yang bertentangan dengan maksud untuk menyindir seseorang.
Contoh:
a) Ini baru namana siswa teladan, setiap hari selalu pulang malam.
b) Bagus sekali tulisanmu, saking bagusnya sampai tidak dapat Aku baca.
2) Sinisme
Sinisme adalah majas yang menyatakan sindiran secara langsung kepada orang lain
Contoh :
a) Perkataanmu tadi sangat menyebalkan, tidak pantas diucapkan oleh orang terpelajar seperti dirimu.
b) Lama-lama aku bisa jadi gila melihat tingkah lakumu yang tidak wajar itu.
3) Sarkasme
Sarkasme adalah majas sindiran yang paling kasar. Majas ini biasanya diucapkan oleh orang yang sedang marah.
Contoh:
a) Mau muntah aku melihat wajahmu, pergi kamu!
b) Dasar kerbau dungu, kerja begini saja tidak becus!
Informasi Lengkap : http://id.wikipedia.org/wiki/Majas
Subscribe to:
Posts (Atom)






.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
